Subahanalloh….bisa baca buku ini…walaupun dengan berbagai cara,,,
tp ga usah lgsung berkesimpulan bahwa: ” Brarti nih akhwat lagi pengen nikah…pasti ma si fachri, atau Azzam Tukang bakso dan tempe..”
atau kesimpulan kedua ” brarti nih akhwat lagi digandrungi cerita2 idealis, romantis..
Eitzz…tunggu dulu…
Gak kemudian terlalu cepat untuk menyimpulkan untuk akhwat2 pengagum karya Habiburrahman, tp banyak yang dapat diambil dari karya beliau:
1. Lembut banget bahasanya, tutur katanya, tingkah laku nya yg : seperti Surat Nurul kepada Fachri :
Assalamu’alaikum wr. wb.
Kutulis surat ini dengan lelehan air mataku yang tiada berhenti dari detik ke detik. Kutulis surat ini kala hati tiada lagi menahan nestapa yang mendera-dera perihnya luar biasa. Kak Fahri, aku ini perempuan paling bodoh dan paling malang di dunia. Bahwa mengandalkan orang lain sungguh tindakan paling bodoh. Dan aku harus menelan kepahitan dan kegetiran tiada tara atas kebodohanku itu. Kini aku didera penyesalan tiada habisnya. Semestinya aku katakan sendiri perasaanku padamu. Dan apakah yang kini bisa kulakukan kecuali menangisi kebodohanku sendiri. Aku berusaha membuang rasa cintaku padamu jauh-jauh. Tapi sudah terlambat. Semestinya sejak semula aku bersikap tegas, mencintaimu dan berterus terang lalu menikah atau tidak sama sekali. Aku mencintaimu diam-diam selama berbulan-bulan, memeramnya dalam diri hingga cinta itu mendarahdaging tanpa aku berani berterus terang. Dan ketika kau tahu apa yang kurasa semuanya telah terlambat.
Kak Fahri,
Kini perempuan bodoh ini sedang berada dalam jurang penderitaannya paling dalam. Dan jika ia tidak berterus terang maka ia akan menderita lebih berat lagi. Perempuan bodoh ini ternyata tiada bisa membuang rasa cinta itu. Membuangnya sama saja menarik seluruh jaringan sel dalam tubuhnya. Ia akan binasa. Saat ini, Kak Fahri mungkin sedang dalam saat-saat paling bahagia, namun perempuan bodoh ini berada dalam saat-saat paling menderita.
Kak Fahri,
Apakah tidak ada jalan bagi perempuan bodoh ini untuk mendapatkan cintanya? Untuk keluar dari keperihan dan kepiluan hatinya. Bukankah ajaran agama kita adalah ajaran penuh rahmah dan kasih sayang. Kak Fahri adalah orang shalih dan isteri Kak Fahri yaitu Aisha adalah juga orang yang shalihah. Bagi orang shalih semua yang tidak melanggar syariah adalah mudah.
Kak Fahri,
Sungguh maaf aku sampai hati menulis surat ini. Namun jika tidak maka aku akan semakin menyesal dan menyesal. Bagi seorang perempuan jika ia telah mencintai seorang pria. Maka pria itu adalah segalanya. Susah melupakan cinta pertama apalagi yang telah menyumsum dalam tulangnya. Dan cintaku padamu seperti itu adanya telah mendarah daging dan menyumsum dalam diriku. Jika masih ada kesempatan mohon bukakanlah untukku untuk sedikit menghirup manisnya hidup bersamamu. Aku tidak ingin yang melanggar syariat aku ingin yang seiring dengan syariat. Kalian berdua orang shalih dan paham agama tentu memahami masalah poligami. Apakah keadaan yang menimpaku tidak bisa dimasukkan dalam keadaan darurat yang membolehkan poligami? Memang tidak semua wanita bisa menerima poligami. Dan tenyata jika Aisha termasuk yang tidak menerima poligami maka aku tidak akan menyalahkannya. Dan biarlah aku mengikuti jejak puteri Zein dalam novel yang ditulis Syaikh Muhammad Ramadhan Al Buthi yang membawa cintanya ke jalan sunyi, jalan orang-orang sufi, setia pada yang dicintai sampai mati.
Wassalam,
Nurul Azkiya
2. Gaya penulis dalam menceritakan pemeran utama untuk Azzam pada Karya Ketika Cinta Bertasbih…memang tak seideal fachri yang mudah untuk mendapatkan apapun. Azzam Adalah seorang pekerja keras, dia harusberada di Mesir selama 9 tahun, karena tidak selesai2 kuliah.
Kuliah ia tinggalkan demi mencari uang untuk keluarganya di Indonesia…….
3. Dalam novel2 habiburrahman, diperlihatkan gaya militannya. Ghirah para pelaku untuk selalu melakukan yang sesuai syar’i…..misal: dalam mendapatkan jodoh, walaupun digambarkan sangat idealis, tp Kang abik ( sebutan Habiburrahman ) mengalurkan tokoh yang berusaha sekuat mungkin untuk mendapakan Kekuatan separuh Diennya dengan bentuk yang dirahmati Alloh……
4. Tak monoton, ketika sudah membaca Ayat-Ayat cinta, lalu muncul Ketika Cinta Bertasbih,…pasti akan terbersit: “Pasti ini hampir sama”…eits…salah besar, beda banget jalan ceritanya…beda..pasti akan menemui kejutan-kejutan yang lain…walaupun mungkin settingnya sama yaitu di Mesir….
Trus muncul Lagi dalam Mihrab Cinta…ini juga beda…tp tak kalah beda makna religiusnya….”semangat untuk mendapatkan yang terbaik……”
Subhanalloh, bisa membacanya dan mengangkatnya dalam makna hidup yang hakiki….
Yuk..baca……………
—-Zizah—-
Posted by 3l3ctr0n on Januari 27, 2008 at 4:18 am
memang luar biasa, kang abik has broke my social life! dammit!
aku habis baca tu buku KCB2 dalam sehari, its really addicting!
aku yang suka baca buku resist di buat meleleh air mata ku saat ku baca AAC
salam kenal aja
Posted by 3l3ctr0n on Januari 29, 2008 at 2:26 pm
jangan jadikan religi sebagai komoditi perdagangan
Posted by abdullah on Februari 2, 2008 at 2:19 pm
wah ternyata mba’ azizah suka novel karyanya Kang Abik ya…
subhanaallah..
semoga bisa menginspirasi dlm kehidupan mb’..
sapa tau bisa nyusul Nurul, Fahri, ataupun Azzam yg bisa kuliah di Mesir..
Tetep semangat…
Posted by stein on Februari 3, 2008 at 7:28 am
i love habiburrahman work too
Posted by yu on Februari 7, 2008 at 1:18 pm
hai zie zah,,
wah ternyata selera kita soal buku yang satu ini sama yak?? heheh berminat bwat nonton versi filmnya kah??
(^ ^)
Posted by didit priyanto on Februari 8, 2008 at 8:12 am
yaampun aku jika habis baca novel ini jadi pengen buktikan pada dunia bahwa orang indonesia akan serentak membuat karya-karya yang dapat membuat hati tergugah khususnya kaum muslim
Posted by zizah on Februari 23, 2008 at 6:32 am
REeply:
1. Electron…: Mengharukan sekali cceritanya:)
2. Abdullah…: Iya amiin…doanya
3. Stein ..: Setuju…
4. Yu…: Yulia…..dah ada yg baru ya yul tgl 28 feb
5. Didit…: Ayo buktikan….bareng2
Posted by rsusan4 on Juni 22, 2008 at 8:38 am
assalamualaikum..
salam kenal kang abik..aku penggemar berat karya2 kang abik.
semua sudah aku baca.dr ayat2 cinta.mihrab cinta.KCB1 dan 2
semuanya menguras air mata.
walaupun akhirnya bahagia.
kapan karya yg terbaru terbit ne…
wassalam
Posted by teguh D.Sa on Desember 18, 2008 at 3:00 pm
ass..
saya sangat mengagumi semua novel karya habiburrahman el shyrazi. Jujur, semua karyanya telah mengingatkanku pada seseorang yang sangat saya kasihi dan membuatku selalu ingin dekat dengan Tuhan. saya ta’ pernah menyangka kehidupan yang saya rasakan sangat mnyatu dengan apa yang ditulis kang abik dinovel -novelnya. sisi keagamaannya dan sisi keremajaannya.. pokoknya semuanya dech…
semoga karya kang abik selalu membuat teduh bagi yang membacanya..
wass…
” Amiin “
Posted by slamet on Januari 31, 2009 at 1:41 am
Aslm.
karya kang abik mampu mengetuk hati…
segala pemikiran yang beliau ungkapkan mampu menembus semua kalangan
layak disejajarkan dideretan kitab karya ulama besar.
saya merasa apa yang diceritakan adalah cermin dari diri kang abik, beliau menulis dengan hati, maka kita membacanya juga dengan hati.
aku menunggu karyamu selanjutnya kang abik…
Wslm
Posted by fitri on Maret 20, 2009 at 7:45 am
ass.kang abik kpn terbit y bulan madu di yerussalem
Posted by rusdin on Mei 15, 2009 at 1:25 am
Ass, Karya kang abik benar-benar hebat dan mampu mengingatkan hakekat penciptaan manusia sebagai khalifah di permukaan bumi, semoga karya fenomena lainnya dapat terbit. Kami tunggu…..!!!!
Posted by Robby Darwis on Juni 28, 2009 at 1:06 pm
Ass.. Wr.Wb……..
Kang abik sebelumnya saya berterimakasihdulu kepada allah yang telah embuka mata hati saya ini, kemudian saya juga aka berterimakasih kepda Kang Abik Yang Telah menuliskan Karya-Karyanya Yang sangat disenagi banyak orang …..
Jujr saya berkata Dari Dalam ubuk hati saya ingin Mengucapkan nya dengan Keras tetapi Saya……..Takut entah kenapa …..
# Kang Abik Orang Yang Paling Saya agumi……
Semoga NOVELNYA SELALU DIBERKHI OLEEH….ALLAH ….yA KANG..@#
ya……