Bismillahirrahmanirrahiim
Absen untuk beberapa saat, dari lingkungan DT..merasa ada yang hilang, yaitu kata-kata “Ridho”, “tafakkur”, dan “muhasabah”. Entah kenapa kebiasaan saya ketika bertemu dengan siapapun atau suatu tempat pasti saya mengingatnya dengan beberapa “key words”…biar ngerasa “kerasa” aja…( aneh
)
Muhasabah, hisab…menghitung……………., bagi seorang muslim adalah suatu hal yang wajib dilakukan, kata seseorang kepada saya, “Itulah idealnya seorang muslim, jika ingin untung dunia akhirat”
Ada Tiga Bentuk Muhasabah
Perputaran waktu merupakan momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Alloh swt berfirman
“ Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwlah kepada Alloh dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertakwalah kepada Alloh. Sungguh Alloh Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”(QS. AL-Hasyr:18)
Muhasabah ada 3 bentuk:
1. Muhasabah sebelum berbuat
Dilakukan dengan memikirkan terlebih dahulu; apakah yang hendak dilaksanakan itu sesuai dengan ketentuan Alloh dan RosulNya atau tidak. Bagi orang yang beriman, dia akan menyesuaikan diri saja dengan apa yang Alloh kehendaki, sebagaimana firmanNya:
“Dan kamu tidak dapat menghendaki( menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Alloh, Tuhan semesata Alam“( at-Takwir:29)
2. Muhasabah saat Melaksanakan Sesuatu
Dilakukan dengan selalu mengontrol diri agar tidak menyimpang dari apa yang semestinya dikerjakan dan bagaimana melaksanakannya. Hal ini dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyimpangan pada saat melaksanakan sesuatu atau menghentikannya sama sekali
3.Muhasabah Setelah Melakukan Sesuatu
Dilakukan dengan maksud agar kita dapat menemukan kesalahan yang kita lakukan, lalu menyesali dengan tobat dan tidak melakukannya lagi pada masa-masa mendatang.
* Sudah Muhasabah untuk detik yang tlah terlewati????