Ali bin Abi Thalib berkata, “Allah tidak mempertemukan kita dengan seseorang, kecuali ada pelajaran yang dapat kita ambil”.
Juga taushiyah seorang kawan, “Setiap kejadian bukanlah tanpa makna, melainkan ia adalah tarbiyah dari Allah”.
Gak sengaja menemukan tulisan diatas..di suatu blog, yang tiba-tiba mengingatkan pada pertemuan dengan sosok manusia kecil yang sangat periang….
Sebenarnya pengen banget saya ambil fotonya..cuman masih malu aja…diliatin orang2…ini lagi diusahakan…
Pertemuan dengan sosok kecil itu, kira2 umurnya 4 tahun…hitam, kumel, rambut gak pernah disisir, bajunya juga kucel..jauh sekali dari anak2 kota yang kaya itu… ya iyalah…secara, saya ngeliatnya di komunitas para pemulung….
Pertemuan pertama itu sebenernya saya anggap biasa, karena ketika bertemu saya…sosok kecil itu, selalu menoleh ke arah saya, tersenyum, dan bilang “Teteh….” sambil senyum…bahagia sekali sepertinya, dengan perlengkapan kebesarannya, yaitu karung goni dan alat pengait sampah..
Ketika itu saya cuman jawab singkat aja..” Ya..dik…” itupun dengan senyum seadanya…
Pertemuan pertama, kedua….dan ketiga…..
Entah kenapa, saya jadi berfikir, “kenapa Alloh mempertemukan saya dengannya sesering ini? padahal saya selalu lewat jalan yang berbeda….
Pertemuan terakhir kali….ketika dia tiba-tiba ada di depanku…dan sedang melihat teman kampus saya…minum susu sambil berjalan ( dalam hati juga: udah mahasiswa, minum sambil jalan..aneh)…sosok kecil itu melihatnya sambil berkata pada ibunya ” Mak…aku pengen susu itu”
Mak-nya, dengan muka kusut, dan membawa perlengkapan “kebesarannya hanya menjawab ” Sudahlah…ayo cepat jalan”
Saat itu juga…saya merasa… “kasihan” yah inilah mungkin yang hanya bisa saya lakukan , ketika melihat itu………
dan ketika saya “jejeri” langkah dia…saya pikir, dia masih berkesal hati, karena tidak bisa minum susu…tapi ternyata TIDAK…dengan senyumnya yang ramah…sosok kecil itu, menyapaku kembali…entah sudah berapa kali dia menyapaku… “Teteh…..mau kemana?” dan akhir kata dia selalu bilang ” teh, kita besok ketemuan lagi ya..”
———Subhanalloh……—–tak ada gurat kesedihan itu..untuk sosok mungil ini….
Mungkin ..kehidupan telah mengukir keras hati sosok kecil itu..menjadi pribadi yang kuat, tegar, pantang mengeluh——
Sosok kecil itu, mungkin tak pernah ada dalam sosok yang besar ini…karena sosok kecil itu terbina lebih besar dibandingkan “yang besar” ini
———Zi——-