Perjalanan ke Jakarta waktu itu 28 Oktober 2008, benar-benar di luar rencana…Dan…entah kenapa, kereta apilah yang saya pilih waktu itu, dengan segala kenekatannya..jarang sekali saya menggunakan transportasi ini, karena menurut saya, sangat repot..harus beli karcislah, harus nunggu di stasiunlah dan melihat pemandangan yang berbeda tentunya. Semuanya terasa berjalan seperti ada yang menggerakkan, bukan dari kemauan hati ini dan rencana semula..Yah itulah permainan duniawi yang kadang kita lupa bahwa ada yang menggerakkan kita di dunia ini….
Dari proses menunggu kereta, mulailah perenungan di tempat duduk sendiri…dengan perlengkapan jajan yang cukup banyak dan Koran di tangan, itulah cara menghilangkan kesepian saat nunggu..bosan juga, kemudian tetap dengan kebingungan lainnya…benarkah saya menunggu di sini, jalur berapa kereta yang akan saya naiki, nanti saya duduk dengan siapa…kereta oh kereta..eh zizah oh zizah….. Lanjutkan membaca






yang Kommen