Memahami dan Mengerti

Al-Fahmu dan Al-fiqhu

( Memahami dan Mengerti ) 

Apa bedanya ya..antara memahami dan mengerti?

Lebih baik mana ya….Saya harus memahami atau Saya harus mengerti???

Qta lihat contoh kasus…Guru matematika setelah mengajarkan algoritma…pasti akan lebih biasanya menanyakan murid-muridnya..”Anak-anak dah faham blm?”Berbeda ketika, seorang sahabat bertanya kepada qta tentang masalahnya” Kapan sih kamu bisa mengerti aku???( cie..) bukan..Kapan sih kamu faham tentang aku??

FahaM

– Terlihat bentuknya yang akan difahami…
Mengerti
-Terlihat Abstrak-Terkait dengan kondisi hati
Kuncinya adalahKebersihan Hati

             
 

Marilah Mulai dari sekarang kita untuk mengerti tentang Hidup.tidak hanya memahaminya saja   

  Empat Axioma dalam kehidupan perjalanan ini:

1.      Harus punya tujuan hidupApa tuJuan Hidup Qt????? 

Al_Araf 153.  Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)[152], Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. ”Hanyalah Alloh tujuan hidup qta…Apapun yang qta lakukan serahkan semuanya hanya untuk Alloh” 

 2.      Jalan yang ditempuh harus sesuai dengan tujuan

Jalannya adalah  Islam

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِهِ(وراه مالمك)  

Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selagi masih berpegang teguh pada keduanya; yaitu kitabullah (al-Qur’an) dan sunah nabinya (al-Hadits).’ (HR. Imam Malik) 

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

(Q.S.3:83)“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.” Oleh karena itulah, sebagai seorang muslim, hendaknya kita menyerahkan diri kita kepada aturan Islam dan juga kepada kehendak Allah SWT. Karena insya Allah dengan demikian akan menjadikan hati kita tentram, damai dan tenang (baca; mutma’inah).

 3.      Perlu alat; tergantung dari waktu, jarak dan tujuan Beribadahlah dan Beramal Sholehlah

Allah berfirman

(QS. 16 : 97) مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ

  بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ 

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Syarat Agar Ibadah dan Amal Sholeh qta diterima:a.Sesuai dengan tuntunan Alloh SWT Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

 (Al-Ma’idah:5:44)Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (Al-Ma’idah:5:45)Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. (Al-Mai’dah:5:47)  b.Lakukanlah Ibadah yang paling disukai oleh Allohc.Berharap Ridho Alloh 

4.      Menentukan Gerak

Sikap Qta sepanjang perjalanan: Hindari penyakit-penyakit hati selama Qta beramal Sholeh.

Bersikap Ikhlaslah tiap langkah amal sholeh qtaOrang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.Di dalam qolbu ini ada yang disebut potensi, faalhamahaa fujuu rahaa wa taqwaaha

 (QS. Asy Syams [91] : 8), “Dan diilhamkan kepadanya yang salah dan yang taqwa (benar)”. Begitulah, qolbu ini punya potensi negatif dan potensi positif. Allah telah menyiapkan keduanya dengan adil.

Dan disinilah pentingnya fungsi manajemen. Manajemen secara sederhana berarti pengelolaan dan pentadhiran. Sebuah sistem dengan manajemen yang baik, dengan pengelolaan yang baik, sekecil apapun potensi yang dimiliki, Insya Allah akan membuahkan hasil yang optimal. 

( Tugas Asma’Amanina…Ust.Syatori)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: