Bejana dan Rindu itu…

Andaikan riak itu terus dikeluarkan….melebihi kapasitasnya

Pasti bejana itupun akan menyeruak tak karuan….

Sampai Rindu memintanya untuk berdamai……

Rindu, seperti yang tak pernah henti2nya menjelma..

Mengatakan…kapan Bejana itu akan diperbaiki..

Menjadikan indah yang terbina…

Kadang kerikil-kerikil itu ingin berada di dalam bejana

Bersama sang Riak yang telah mendahuluinya

Rindu tetap akan berkata,,, Sayang..Ini yang terbaik…

Rindu, yang tak pernah tersentuh tapi selalu mengisi

Kerikil dan riak itu yang akan berikatan..

Memenuhi wadah bejana yang tak punya arti..

Kali ini Rindu semakin cantik untuk selalu diikat..

Mengatakan, Rindu akan berada di dalam bejana itu

Menerangi kerikil dan riak yang bernyanyi

2 responses to this post.

  1. Ane gak nyambung hubungan riak sama bejana?he2. apalagi ditambah ada kerikil, secara kan namanya bejana tuh klo gak digoyang2, ya gak akan ada riak airnya thoh…plus apalagi ada kerikilnya…emgnya gak ditutup ya bejananya, padahal ada sunnah lho klo punya bejana air klo bisa diberi penutup bahkan minimal dgn sepotong lidi…oke ukh, ya tp btw bagus juga kok puisi2nya…Mohon maaf atas salah2 kata dan sikap…

    Balas

  2. Posted by zizah on September 17, 2008 at 2:07 am

    ya namanya jg kondsi puisi..kbenaran mutlak ada d tangan pembuatnya..hehe,dan yg bc g bs protes..
    sukron atas kunjunganya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: