Niatkan I’tikaf Sedini Mungkin

Niatkanlah I’tikaf mulai hari ini……

I’tikaf bertujuan untuk mendekatkan diri dengan Alloh di masjid, mengenai waktu tidak harus malam, kapanpun. Bisa antara waktu Shubuh sampai Dhuhur atau waktu Dhuha tiba…atau Waktu Dhuhur sampai waktu Ashar tiba.

Kecuali, I’tikaf untuk menyambut malam Lailatul Qadar.. namanya juga Lailatul Qadar, pasti malam hari..ya kalo ini Itikaf dilakukan Ba’da Isya sampai Shubuh..Apa yang perlu diperhatikan??:

  1. Niatkan untuk beribadah pada Alloh
  2. Malam Lailatul Qadar menurut beberapa hadits terjadi pada malam 5 terakhir ganjil yaitu 21, 23, 25, 27 dan 29……
  3. Beribadahlah semalam itu : Qiyamul Lail, Sholat wajib dan Sunat lain, Wirid, Dzikir, Tadarus dan apapun yang bisa mendekatkan diri pada Alloh serta hindarkan maksiyat.
  4. Terjagalah dari malam itu, karena Alloh Memuliakan Malam itu

“Dan taukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?“ „ Malam Kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan “ Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan..Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar“ ( QS.Al-Qadr: 2-5)

Untuk akhwat, ada beberapa yang perlu diperhatikan:

Tidak dalam keadaan Haidh atau nifas

Mendapat Ridho dari suami ( yang sudah berkeluarga) dan kondisi di rumah sudah baik, termasuk anak2nya ada yang menjaganya

Perhatikan masjid, pilihlah masjid yang benar2 menyediakan fasilitas dalam i’tikaf, yang penting hindari berikhtilat dengan ikhwan.

Jaga Aurat dan Jaga Pandangan…

Lalu, bagaimana ciri HambaNya yang mendapat Malam Lailatul Qadar??

— Yang pasti ngantuk ..ya iyalah, heheh…bukan itu tapi dalam dirinya akan terpatri rasa keyakinan, rasa percaya diri, rasa keimanan yang tinggi terhadap Alloh SWT dan tak pernah merasa gelisah—————————————————–

Niatkanlah mulai dari hari ini, ber I’tikaf untuk Ramadhan kali ini..Jadikanlah ramadhan tahun ini adalh ramadhan yang terbaik dan terakhir kita. Memperbanyak bertaqarub Ilallah dan raihlah lailatul qadar.. Semoga, kita diberikan kondisi yang terbaik setiap akhir perjalanan hidup ini. Mempersembahkan Ruhiyah yang terbaik ketika akan dikembalikan olehNya….

Tak pernah ada jaminan setiap amal ibadah kita untuk dapat diterimaNya, maka itu Usahakan terus dan berkelanjutan dengan tak lupa selalu meminta ampun dalam setiap ibadah ini………………………..amiin

btw, zi, mo i’tikaf kapan???? ( niat dulu ah..bismillah)

5 responses to this post.

  1. niat juga ach…😀

    Balas

  2. Posted by achfaisol on September 18, 2008 at 5:16 am

    kalau diijinkan, saya hendak bertanya tentang lailatul qadar…

    1. apakah semua orang yang sedang beribadah ketika para Malaikat turun, PASTI MENDAPAT LAILATUL QADAR…?

    Ataukah Lailatul Qadar berkunjung seperti tamu, jadi tidak semuanya dapat walaupun sdg beribadah…?

    2. Malaikat turun di negara mana…? Misal di Indonesia malam hari & ternyata terjadi lailatul qadar, apakah umat Islam di belahan bumi lain misalnya di Eropa yang sedang ibadah puasa (karena siang hari) PASTI MENDAPAT KEUTAMAAN LAILATUL QADAR, karena sedang beribadah ketika malaikat turun…?

    3. Bagaimana kalau para ulama sedunia membuat catatan kapan lailatul qadar terjadi di tahun-tahun sebelumnya… Misal pada tahun 1428H lailatul qadar terjadi pada malam 25, tahun 1427H pada malam 27 dan seterusnya…

    terima kasih saya haturkan…

    semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com

    Balas

  3. bismillah, bulai ramadhan 21, i’tikaf ON..!

    Balas

  4. Posted by zizah on September 29, 2008 at 6:36 am

    untuk ach faisol:maap jawabannya telat dan saya usahakan kemampuan saya saja, kalau memang dirasa ada yang kurang pas, bisa ditanyakan yang lebih faham:
    1:dapat atau tidaknya kita Lailatul Qadar adalah Hak Priogatif Alloh semata, tetapi ada ciri2 orang yang mendapatkan lailatul Qadar, salah satunya adalah kemantapan hati orang tersebut terhadap kehidupan ini untuk lebih baik…mantap untuk selalu beriman dan beramal sholeh ( memang terkesan abstrak, karena hanya Alloh saja yang tahu)
    2:Jangan pernah memikirkan , malaikat hanya 1 tapi ribuan…..dan jangan pernha menanyakan sistemnya turun gmana, kalo tiap negara waktunya berbeda…itu sudah jawaban kekuasaan alloh…yang menjadi kewajiban kita adalah mempercayai bahwa Lailatul Qadar datang pada malam 10 terakhir bulan Ramadan…( kreatif ya pertanyaannya)🙂
    3: Memang ada beberapa dalil yang menyebutkan angka, ada yang pasti dan ada yang tidak:
    ….ada yang menyebut malam2 ganjil (21,23,25,27,dan 29) dan ada dalil yang menyebutkan malam 27
    dan kenapa Alloh tak menyebutkan saja di AlQuran kapan malam kemuliaan itu datang???? di sinilah kita harusnya mengambil ibroh dari ketidakpastian ini…. ikhtiyar untuk selalu mendapatkan kemuliaan itu….
    Kalau hanya sekedar catatan gak masalah….
    Afwan kalo kurang pas..tp insyaalloh saya mendapatkan dari Ustadz yang berkompeten, jadi memang bukan jawaban karangan saya juga..smg bs menjadi pelajran bai semua…Jzakalloh🙂

    Balas

  5. Posted by djoko lelono on September 8, 2009 at 6:03 pm

    sedikit saja menanggapi permasalahan yang diungkapkan ikhwan kita achmad faisol… Ringkasnya begini tentang “lailatut qodar”.. Seperti kita ketahui bersama bahwa lailatul qodar sudah kita pahamai bersama, APA, BAGAIMANA dan KAPAN.. Setelah itu kita imani bersama bahwa fenomena itu betul merupakan kejadian yang berulang setiap 10 hari terakhir setiap romadhon datang. Selanjutnya kita lakukan apa yang mesti kita perbuat sesuai dengan sunnah Rosul SAW.. dan jika belum mampu seperti Rosul, ya kita lakukan semampu dan sekuat kita.. Firman Alloh : “bertaqwalah semampumu”.. Kita seyogyanya tidak penting lagi mempertanyakan atau membahas tentang, misalnya : kalo di Indonesia malam dan di Amerika siang, gimana ngaturnya Alloh terhadap 1 malam qodar tersebut ? (seolah-olah ini pertanyaan kreatif). Tidak penting juga membahas tentang hal-hal yang terkait dengan logika2 kita yang sempit dan kreatif (katanya). Alloh Maha Pengatur…dan tidak pernah salah dalam mengatur.. Jika kita belum paham terhadap rahasia Alloh, jangan kemudian ter-degradasi iman kita, apalagi tidak melakukan apa2 (sampai mati) sebelum masuk dalam logika kita. Subhanallah.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: